Kamis, Juni 18, 2009

PSK GO TO KAMPUNG HALAMAN

Pekanbaru- Gebrakan yang di lakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru patut di acungi jempol dan contoh untuk kota kota lain di Indonesia. Pasalnya, Pemko Pekanbaru benar benar serius menutup Lokalisasi Teleju yang terletak di kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayanraya. Buktinya, untuk dana pulkam para PSK, Pemko menganggarkan dana sebesar Rp600 juta.
Dana sebesar Rp600 juta itu sudah dimasukan dalam APBD perubahan yang dalam waktu dekat akan segera dibahas. Sebelumnya Pemko terus melakukan pematangan dan dan sosialisasi terhadap penutupan Lokalisasi terbesar di Riau ini. Hal ini disampaikan, H R Norman Johan,
Ketua panitia pembebasan lahan Teleju yang juga tergabung dalam tim 9, Norman menuturkan, sebenarnya Pemko telah memberikan dua alternatif bagi para PSK yang beroprasi di teleju, apakah akan dipulangkan ke kampung halamannya dengan biaya Pemerintah, atau tetap berada di Pekanbaru dengan catatan harus mau dibina untruk merubah nasibnya. Dalam hal ini akan dilakukan oleh dinas Sosial Pekanbaru. Ternyata sebagian besar dari PSK memilih untuk kembali ke kampung halamannya. Terkait itulah Pemko memasukan anggaran sebesar Rp600 juta ke APBD perubahan yang akan digunakan pemulangan para PSK tersebut. Dan mudah mudahan dengan dana yang dikeluarkan Pemko sebesar Rp600 juta itu di gunakan sebagaimana mestinya..karena disisi lain mungk ini baru pihak Pemerintah Pekanbaru lah yang berani berbuat demikian, dan itu bagus untuk mengurangi pernyakit msyarakat(pekat), karena kawasan Teleju merupakan Lokalisasi Terbesar di Riau, sehingga saya rasa tepat Pemerintah mengambil tindakan ini.Di Lokalisasi Teleju dihuni oleh 425 PSK dari bewrbagai usia, 179 germo,215 anak sekolah yang sebagaian besar merupakan anak anak dari penghuni Teleju serta 203 unit bangunan. Dan sebagaian besar PSK dari pulau Sumatra..Kalaulah belum ada Propinsi di Indonesia ini yang berbuat demikian, berarti Propinsi Riau lah yang pertamaxxxx(dalam dunia blogger= yang pertama), dan bisa masuk Muri neh pemecah rekor dalam pemulangan para PSK dapat dana pensiun..

hiksss rupanya PSK sekarang dapat dana pensiun juga ya..

43 komentar:

Hamster Copo 18 Juni 2009 00.33  

pertamaaaaaaaaaaaaaaax.....

Hamster Copo 18 Juni 2009 00.57  

Weeeh..tolong cariin satu donk PSK buat aku,,biar aku buat pelayan dari pada nanti nganggur dikampung maas hehehe
boleh enggak??

dumai damai 18 Juni 2009 00.58  

Kedua..
Antar aja ke Dumai..

TRIMATRA 18 Juni 2009 02.24  

yah patut diacungi jempol dan jadi tauladan pemkot lainnya, namun akan lebih berarti jika 600jt itu tidak diujudkan dalam bentuk kepingan uang. bisa di upayakan berbentuk pelatihan ketrampilan dan permodalan sehingga mantan PSK itu bisa beralih profesi sebagai pekerja swasta ketrampilan(wiraswasta) bukan p-sek-komersil.

*hanya disini aku berani protes, hehehe...pisss

angga chen 18 Juni 2009 04.07  

solusi yg bagus tuh dari pemkot pekanbaru...moga moga aja psk nya bisa cari kerjaan yg lain dan gak perlu lagi jadi psk....amin! thanks

Lala 18 Juni 2009 06.34  

Dua Jempol dech untuk pemkot Pekanbaru...

manginfera 18 Juni 2009 07.43  

ide bagus tuh n klo sukses boleh dipublikasikan sebagai contoh teladan bagi pemkot/pemkab lainnya

DUNIA POLAR 18 Juni 2009 07.51  

wah ntar karyawan2 yg g dapat pensiun bisa iri nih,hueheheh...
kalo uang sbanya itu buat beli mie pangsit, dapat berapa yahh :D

nietha 18 Juni 2009 08.29  

Bagus banget tuh pemerinath kota pekanbaru..ga cuma asal menutup tempat, tapi memeikirkan masa depan mereka.

suwung 18 Juni 2009 08.53  

wqakakaka psk nya pulkam wakakakakaka

cupu-kisruh 18 Juni 2009 09.37  

Hehehe..EHehehe
sukses buat program pemerintah Pekanbaru
asyikk kayak mo lebaran ya mas ... :D
pulang kampung :D
XIxix..XIxixxi

mocca_chi 18 Juni 2009 09.49  

eh takutnya di kampung mereka beroperasi lagi. yg gitu susah diberantas jika lelaki hidung belangnya masi berkeliaran. tpi bagus sudah ada kesadaran ut nutup tempat XXX begitu sih

Ivan@mobii 18 Juni 2009 10.26  

Aku Ragu dgn rncna ini. Kata mocca chi t bener, selama da yg berani ngebeli maka yg jual akn bermunclan lg.

Ivan@mobii 18 Juni 2009 10.28  

Aku Ragu dgn rncna ini. Kata mocca chi t bener, selama da yg berani ngebeli maka yg jual akn bermunclan lg.

Ivan@mobii 18 Juni 2009 10.28  

Aku Ragu dgn rncna ini. Kata mocca chi t bener, selama da yg berani ngebeli maka yg jual akn bermunclan lg.

Joddie 18 Juni 2009 10.45  

Memang, tidak semua masalah 'klasik' ini bisa dituntaskan dengan penutupan lokalisasi.. dan jika dilakukan dengan cara yg nggak bener malah bisa menimbulkan masalah baru.. tapi kayaknya ini memang solusi terbaik untuk saat ini

bang FIKO 18 Juni 2009 12.27  

Bro.. Koq propinsi Pekanbaru sih? Bukannya Kota Pekanbaru atau Propinsi Riau?

ijoroyoroyo 18 Juni 2009 14.14  

Kadang insyaf diri berpendar,
tergelitik oleh akhlak bernalar;
dudukkan mereka secara wajar,
agar cepat semai sadar,
di jiwa gersang terbakar...

eppie - cool, 18 Juni 2009 14.35  

sayang dana sebesar itu buat ngurusin hal pesimis bisa dibasmi dibumi lancangkuning, ntar balik lg mereka dan bertebaran dimana2. mending uangnya buat bunga raya saja....suai...

fanny 18 Juni 2009 14.50  

semoga berhasil krn psk susah dihapus.

chrysanti 18 Juni 2009 15.43  

ingat pku jadi rindu lempuk durian..

sii melyn 18 Juni 2009 15.51  

hhehe..
kayak veteran perang aja dapet dana pensiun.

RanggaGoBloG 18 Juni 2009 16.25  

walah... psk... kemarin habis nonton garukan psk.... seruu dehh...

attayaya 18 Juni 2009 17.47  

pulangnya sebentar
abis tuh datang lagi
bikin bisnis lagi
blognya makin keren euuuy

attayaya 18 Juni 2009 19.10  

aku mau ngaterin mereka pulang ahhhhhh
hehehehe
mbalik sini lagi
abis muter2

isti 18 Juni 2009 19.11  

mengapa uang sebesar itu tidak dibuat pemberdayaan PSK ya? seperti pelatihan menjahit, memasak, dll? biar mereka punya skill untuk dibawa ke kampung atau bisa buka usaha sendiri..hm..(thinking mode on)

kakara 18 Juni 2009 19.31  

bener juga sob isti... kalau mereka tidak punya keahlian yg lain selain jadi PSK.. ya mereka tetep PSK.. cuma tempat mangkalnya yg beda.
TFS frenz :)

BLACKID 18 Juni 2009 20.58  

usahanya memang patut diacungi jempol, tapi setelah pulang apakah mereka dijamin meninggalkan profesinya,,,terus bagaimana dengan pemakai jasa mereka, mungkinkah mereka bisa secara tiba2 menghentikan kebiasaan buruk mereka, semoga usaha ini masih ada kelanjutannya sehingga tidak menimbulkan masalah baru...

setidaknya ini adalah langkah awal yang patut diacungi jempol.....

NanTo 18 Juni 2009 22.07  

Apa pemkot gak mengantipsipasi kalo mereka suatu hari nanti kembali ke kota utk jadi PSK? Soalnya kan belom tentu mereka punya kegiatan di kampung. Bukankah mereka lebih baik langsung dibina..selain bisa memberdayakannya,,kan hasil pemeberdayaannya bisa utk mengembangkan ekonomi di kota.

ajie 18 Juni 2009 22.30  

ko baru pulang ke kampung halaman
o iya ya rumahnya di kampung ya

Rubiyanto 19 Juni 2009 00.57  

template baru.....

AlvienRizki 19 Juni 2009 09.07  

waahhh,... idenya bagus tuch,,,

rco 19 Juni 2009 09.38  

Itu baru namanya solusi. Salut. Semoga bisa diikuti oleh wilayah2 lain di negeri ini.

mahardhikadewi 19 Juni 2009 13.29  

salut bwat pemkot pekan baru.... masih mau perduli dng mereka...., semoga kedepannya bisa mengurangi psk dan tindakan ini bisa ditiru wilayah lainnya.

Itik Bali 19 Juni 2009 15.52  

Hebat ya, programnya
membawa pulang PSK
tapi PSKnya mau gak dikembalikan ke habitatnya?
atau cuman biar dapet ongkos pulang gratis aja
trus abis itu balik lagi??

Ali Mas'adi 19 Juni 2009 17.35  

Wah.. PSK nya pada kehilangan langganan nggak ya he..he.. Btw ada Award di blogku... masukin link blogku ke daftar Friends Link dong.. Makasih..

JengSri 19 Juni 2009 19.17  

bunga, aku datang lagiiiii

mudah2an uang yang dikeluarkan gak sia2 ya.

Seti@wan Dirgant@Ra 20 Juni 2009 14.37  

Boleh nggak ikut ama PSK yang lagi mudik pasti rame deh...

arie budie 22 Juni 2009 15.28  

padahal jadi pelacur kan enak
kerjanya menyenangkan
dapat uang lagi

foto 22 Juni 2009 20.38  

psk nya ngejob dimana???

foto 22 Juni 2009 20.40  

iiii ngerii deh...

Poskan Komentar

Recent Coment

Buku Tamu

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP