Tampilkan postingan dengan label kecelakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kecelakaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juni 12, 2009

HELIKOPTER PUMA JATUH DI BOGOR

Sebuah helikopter TNI-AU berjenis Super Puma jatuh saat sedang akan melakukan latihan terbang di Landasan Udara Atang Senjaya, Bogor, Jawa Barat. Hinga berita ini diturunkan, belum diketahui apakah ada korban tewas atau tidak.
Namun menurut sumber tvOne, helikopter tersebut berisi 7 penumpang, termasuk kapten helikopter. Kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 14.25 WIB. Sementara nomor registrasi SUper Puma tersebut adalah H-3306 tersebut.
Apa yang terjadi sesungguhnya musibah musibah terus melanda pada indonesia ini belum genap satu bulan runtutan kecelakaan pesawat dan kini terjadi lagi...
apa yang salah terhadap indonesia, berita duka demi berita duka terus mengguyur daratan pertiwi ini bagai hujan lantang yang tuirun tiada bisa di bendung...oh sungguh tahun yang memprihatinkan tahun berkabung bagi indonesia 2009 ini.
Melihat kenyataan ini bisa saja tersenyum karena begitu buruknya pasilitas perang di negara kita ini, kasian para pendekar kita harus gugur dalam sebuah kecelakaan bukan dalam mempertahankan negara dalam perperangan..
yang jadi pertanyaan apakah ini ada unsur lain yang memang di ranacng demikian atau murni kecelakaan...
kayanya perlu mengadakan upacara selamatan deh untuk penebangan, kalau dalam istilah tolak balanya. sebab ini hal yang sangat memalukan terjadi di negara kita

Read More......

Selasa, Juni 09, 2009

LAGI LAGI HELI TNI JATUH

Bencana yang bertubi tubi terus mengguyur negeri ini sekali lagi kecelakaan terjadi, dan menelan korban jiwa. sungguh suatu keadaan yang sangat mengerikan kapal kapal kita satu demi satu hilang karena kecelakaan bukan dalam pertempuran, TNI TNI kita gugur bukan dalam mempertahankan indonesia. sungguh sangat tragis keadaan ini. kecelakaan pesawat milik TNI terjadi. Kali ini helikopter TNI AD jenis Bolkow BO105 bernomor HS7112 jatuh di Cianjur, Jawa Barat, menewaskan dua anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Christian Zebua mengungkapkan, pesawat milik Penerbad TNI AD itu digunakan oleh para anggota Kopassus untuk latihan penyelamatan. ‘’Namun, saat berada di kawasan pegunungan di Pagelaran, heli itu jatuh. Belum diketahui secara pasti mengapa heli itu jatuh. Kemungkinan akibat cuaca buruk, karena cuaca di lokasi saat itu sedang hujan dan angin kencang,’’ katanya di Jakarta, Senin (8/6).
Christian mengungkapkan heli itu ditumpangi lima orang, yang terdiri dari pilot dan co-pilot, serta tiga penumpang. Semua awak pesawat dan penumpang heli adalah anggota Kopassus. Dua penumpang tewas adalah Kolonel Ricky Samuel Komandan Pusat Pendidikan (Danpusdik) Kopassus, Kapten Agung Gunarto kepala Seksi Operasi Pusdik Kopassus, dan co-pilot Lettu Yuli Sasongko.
Lettu Yuli Sasongko, rencananya akan dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, namun menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan. Yuli semula mendapatkan perawatan di RSUD Cianjur, mengingat luka parah, tim medis merujuknya ke Jakarta.
Selang beberapa puluh menit meninggalkan RSUD Cianjur, nyawa Yuli tidak tertolong sehingga jasad korban kembali di bawa ke RSUD Cianjur, guna dimandikan. Sementara itu, jasad Kapten Infanteri Agung Gunarto dan Kapten Infanteri Ricky Samuel dari Pusdik Pasus Batujajar Bandung, sebelum disemayamkan akan dibawa ke Markas Koppasus di Cijantung.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Agung yang merupakan menantu dari Wakapolda Kalsel ini akan dimakamkan di Cianjur. “Sesuai permintaan istri koban yang asli Cianjur, jasad korban akan dimakamkan di Cianjur,” kata bibi korban Diah Irawati.
Lokasi persis jatuhnya pesawat itu di kampung Cihanjawar, Desa Situang, Pegelaran, Cianjur. Tapi ada yang menyebut lokasi tersebut masuk kampung Cibuni, Rawa Beber. Kapolsek Pagelaran, AKP Basri menduga kecelakaan itu terjadi akibat cuaca buruk. Sebelum jatuh, helikopter latih TNI itu tersangkut di pohon bambu. ‘’Informasi awal, saat itu cuaca buruk, kabut tebal, sehingga heli oleng dan sebelum jatuh, heli sempat terlilit di pohon bambu,’’ ujarnya.
Menurut informasi yang diterima dari warga, saat terjatuh suara keras sempat mengagetkan warga sekitar, sehingga warga berhamburan keluar rumah. Selanjutnya, dibantu warga, petugas segera melakukan evakuasi terhadap korban.
Produksi IPTN
Helikopter jenis NBO-105 dibuat oleh PT Dirgantara Indonesia (IPTN-Red) di bawah lisensi dari MBB (Messerschmitt Bolkow Blohm sekarang Eurocopter) sejak 1976. Total ada 123 heli jenis ini yang diproduksi di Bandung dan digunakan untuk keperluan dalam negeri dan ekspor salah satunya ke Yordania.
Varian yang diproduksi oleh IPTN adalah NBO-105 CB, NBO-105 CBS (versi yang diperpanjang mulai produksi ke-101 dan seterusnya) dan NBO 105S (versi diperpanjang juga). Dari keseluruhan pesawat hanya rotor dan transmisi yang disuplai oleh Jerman.
Pada 19 Maret 2009 lalu PTDI menyerahkan satu unit Helikopter NBO-105 CBS produksi ke-122 kepada TNI-AD yang dilakukan oleh Direktur Utama PTDI Budi Santoso kepada Assisten Logistik KSAD Mayjen TNI Hari Krisnomo SIP di Gedung GPM PTDI Jalan Padjadjaran Kota Bandung.
Helikopter ini merupakan pesawat NBO-105 terakhir dari perjanjian lisensi PTDI dengan MBB. Bagi TNI-AD helikopter buatan PT DI itu merupakan yang ke-25 yang dimilikinya. Penyerahan helikopter kepada TNI AD itu merupakan realisasi dari kontrak pengadaan satu unit helikopter NBO-105 CBS yang ditandatangani pada 13 Desember 2007 antara Mabes TNI Angkatan Darat yang diwakili Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) dan PT DI.
Menurut direktur utama PT DI, helikopter NBO-105 mulai diproduksi tahun 1976, sampai saat ini sudah 122 helikopter yang dihasilkan dan dioperasikan oleh sipil maupun militer. Yang dioperasikan TNI AD 24 unit ditambah helikopter NBO-105 terakhir yang diserahkan pada Maret lalu.

Read More......

Selasa, Juni 02, 2009

PESAWAT PRANCIS HILANG DI SEKITAR SAMUDRA ATLANTIS

Lagi lagi musibah si sayap besi ini terulang..
Air France Dikhawatirkan Telah Jatuh
Brazil melakukan pencarian di sekitar pulau Fernando de Noronha di Samudera Atlantik
Senin, 1 Juni 2009, 21:56 WIB
Renne R.A Kawilarang
Pesawat milik maskapai Air France
VIVAnews - Pesawat maskapai penerbangan Prancis, Air France, yang membawa 228 penumpang dikhawatirkan jatuh di Samudra Atlantik setelah dilaporkan mengalami masalah elektronik di tengah cuaca badai dan akhirnya kehilangan kontak.
Demikian ungkap manajemen Air France, Senin, seperti yang dikutip stasiun televisi CNN. Pesawat tipe Airbus A330-200 yang tengah melayani rute Rio de Janeiro - Paris itu sempat mengirim pesan otomatis yang menandakan masalah pada sirkuit elektronik setelah menembus badai.
Menurut Angkatan Udara Brazil, pesawat diketahui melakukan kontak terakhir dengan petugas menara pengawas di darat pada Minggu malam pukul 20.33 waktu Amerika bagian timur (sekitar Senin pagi WIB).
Brazil mengungkapkan telah mengerahkan dua skuadron pesawat dari angkatan udara untuk melakukan pencarian di sekitar pulau Fernando de Noronha di Samudera Atlantik, yang diduga merupakan lokasi jatuhnya pesawat Air France.
Pesawat itu diduga berada pada ketinggian 35.000 kaki dari permukaan laut sebelum hilang kontak. Bernomor penerbangan AF 447, pesawat itu lepas landas dari Rio de Janeiro pada Minggu malam pukul 19.00 waktu setempat. Pesawat itu mengangkut 126 pria, 82 perempuan, tujuh anak-anak dan seorang bayi, serta sejumlah awak.
Pesawat Prancis Hilang di Samudra Atlantis
Pesawat dengan nomor penerbangan AF447 itu membawa 216 penumpang dan 12 kru pesawat.
Senin, 1 Juni 2009, 17:53 WIB
Heri Susanto, Shinta Eka Puspasari
ilustrasi kecelakaan pesawat
VIVAnews - Angkatan Udara Brazil mengatakan pesawat jet milik Air France yang berangkat dari bandar udara Rio de Janeiro, Brazil menuju bandar udara Charles de Gaulle, Paris menghilang di Samudra Atlantis, masih di sekitar pantai Brazil.
Sumber yang dikutip oleh Associated Press mengatakan tim pencari dan penyelamat (SAR) telah mulai mencari keberadaan pesawat itu di sekitar pulau Fernando de Noronha.
Sumber itu mengatakan tim SAR dibentuk Senin pagi setelah pesawat gagal melakukan kontak radio reguler.
Pesawat penumpang Prancis itu membawa 228 orang. Laman stasiun televisi CNN mengatakan pesawat dengan nomor penerbangan AF447 itu membawa 216 penumpang dan 12 kru pesawat. Media Prancis mengatakan pesawat itu merupakan pesawat jenis Airbus A330-200.
Sebuah pusat krisis sedang dibuat di Charles de Gaulle. Pesawat itu seharusnya sudah mendarat pada pukul 11.15 pagi waktu setempat (17.15 WIB).

Read More......

Recent Coment

Friends Link

Buku Tamu

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP