Tampilkan postingan dengan label SIAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIAK. Tampilkan semua postingan

Jumat, Maret 04, 2011

Pembersihan Spam

Setengah tahun lebih daku fakum ngeblog, dengan jari jari tangan yang terasa kaku ketika memainkan hurup demi hurup yang ada di keyboard pc ini, canggung rasanya. maklum tangan ini sudah lama sekali tidak pernah menjamah keyboard pc lagi.

Read More......

Jumat, Juli 16, 2010

Video Jembatan Siak

Siak merupakan salah satu kabupaten di propinsi riau, yang saat ini pembangunannya sangat pesat. Apalagi setelah adanya jembatan siak sebagai jalur penghubung ke kota siak dari arah pekanbaru. Iseng-iseng ketika jalan sore - sore aku rekam deh jembatan siak yang indah itu dan yang belum tau sok atuh di lihat

atau bisa juga dunlut sisini 

yang engga bisa datang ke siak bisa deh lihat jembatan siak dari layar kom anda hehehehehehe

Read More......

Selasa, Mei 25, 2010

Obyek Wisata Siak Waterboom Queen Star

Akhirnya model obyek wisata masa depan seperti waterboom  telah hadir di kota Siak Sri Indrapura - Riau, kini keberadaanya telah menambah asset satu lagi bagi kepariwisataan di sana. Pembangunan yang memakan waktu sekitar 1.4 tahun ini telah rampung dan peresmiannya dilakukan oleh Bupati siak – H. Arwin A.S. pada Kamis (29/4) tahun 2010 baru-baru ini.

Read More......

Kamis, Juni 25, 2009

Attayaya Sang Blogger Sahaja

Attayaya ya begitulah sahabat blogger mengenal namanya..walaupun mungkin sebagian besar sobat blogger hanya mengenal Attayay lewat dunia maya.
yang yang membuat aku tersirat di dalam hati untuk mengulas sedikit tentang dia adalah ketika aku baru mengenalnya dan jumpa lewat darat walaupun hanya beberapa kali.
tetapi saya bisa menyimpulkan bahwa dia baik..

Motonya adalah: Menyuarakan untuk HIJAU-kan bumi INDONESIA

Sahabat blogger yang tercinta pembaca setia bunga raya..

Attayaya orangnya santai, berwibawa, murah senyum, ramah, tak kalah ketinggalannya baik dan tampannya..jujur aku neh..(perlu di ingat bunga raya lelaki tulen suka sama lawan jenis) itu supaya kawan kawan ga salah tanggap..wakakakakaka.
nexs...sehingga mungkin buat kita nama attayaya itu sudah tidak asing lagi bagi kawan kawan semua..jujur aja aku suka gaya dia sahaja, ga neko neko, ramah dll. tetapi aku tetaplah aku yang tidak bisa seperti dia..
Attayaya pandai dalam membuat pantun, sehingga kalau mau urusan pantun berpantun minta aja sama Attayaya..

Dia juga sangat suka membalas kunjungan kawan kawan itulah ciri khas dia,ramah bukan hanya pada sahabat blogger yang lama aja tetapi pada blogger yang baru seperti saya aja dia tetap ramah...makanya ketika kom dia ada masalah dia kelihatan BT bngt karena dia tidak bisa komen..karena tidak bisa mengunjungi kawan yang datang kepadanya..
coba aja anda lihat langsung ke rumah dia pasti selalu banyak komen dalam setiap artiklenya. karena selain bagus artikle yang dia buat juga mempunyai pengetahuan yang bisa di jadikan panduan buat kita.. coba sobat lihat disini, cerita yang menarik banyak disitu.dan sobat bisa juga lihat disini.
Dia juga sangat suka memberikan Award pada sahabat semua, bahkan aku aja mendapatkan Award dari dia sudah tidak bisa di hitung,,makasih bngt om, walaupu memang bunga raya sekarang masih belum sempat majangin award yang dikasih baik dari Om ataupun dari sobat sobat semua..
keramahan dan kesahajaan beliaulah yang membuat namanya mulai di ketahui oleh sahabat semua..

Pantun

Siak bunga raya kota istana
Kotanya indah penuh karisma

Attayaya blogger ternama
Blogger yang riang penuh pesona

Terus lah seperti sekarang om agar menjadi blogger yang lebih dikenal....

Read More......

Senin, Juni 08, 2009

PETANI SAWIT DI SIAK SUDAH MULAI TERSENYUM KEMBALI

SIAK-Petani sawit mulai tersenyum lagi pasalnya kini harga sawit sudah bisa di bilang normal lagi,perkilo sudah mencapai Rp.1500,00, di bandingkan 4 atau lima bulan kebelakang harga sawit dari Rp.2000,00/kg anjlok sampai mencapai Rp.500,00/kg. sehingga banyak petani sawit yang menjerit akan anjloknya harga sawit tersebut
Siak di sebut sebagai ladang minyak yang mana atas bawah menghasilkan minyak, di dalam tanah minyak bumi, di atas tanah minyak sawit.sehingga tak heran para petani sawit khususnya bisa di bilang maju perekonomiannya.bagi masyarakat siak yang bertani sawit tentu sangat mendambakan harga sawit tidak anjlok untuk yang kedua kalinya seperti 5 bulan ke belakang, kenapa petani sawit sangat menjerit histeris ketika harga sawit turun, itu di sebabkan besarnya tanggungan besarnya pengeluaran yang harus di keluarkan setiap bulan.sehingga ketika harga anjlok mereka mau membayar pake apa tanggungan tiap bulannya.
yang membuat saya tertarik menceritakan tentang ini adalah ketika harga sawit anjlok total banyak petani sawit yang stres bahkan ada juga yang bunuh diri karena tidak kuat menerima kenyataan biasanya bagi mereka yang banyak ladang sawitnya perbulan bisa ngatongin hasil penjualan tandan sawitnya dengan jumlah uang yang tidak sedikit puluhan sampai ratusan juta perbulan nah ketika sawit anjlok buat makan aja kekurangan, ada yang mobilnya di tarik dealer, ada yang lagi membangun rumah terbengkalai, setoran ke BANK buat kepala pusing.bagaimana tidak banyak yang setres..tapi kini Alhamdulilah harga jual buah sawit sudah mulai normal kembali sehingga petani sawit mulai bisa bernafas lega yang tadinya mobil selama masa kritis istirahat di garasi sampai berdebu sekarang sudah mulai jalan kembali.

Read More......

Minggu, Mei 31, 2009

MENGAPA BATAS UMUR KITA DI BERITAHUKAN RATA RATA 60 TAHU

Mengapa kita diberitahukan batas umur kita rata rata 60 tahun saja,sedangkan datangnya kematian kita tidak mengetahuinya, itu adalah rahasia ilahi.
kalau kita mau sadar akan hal itu, tetapi sayang masih bnyak di antara kita yang masih berleha leha ya, seolah olah tidak takut sakaratul maut kurang dari sedetik di belakang kita selalu mengikuti kita...

Coba kita bayangkan umur kita rata rata 60 tahun itu sebetulnya Allah memberikan kesempatan pada kita agar kita tidak menyia nyiakan umur yang di berikan itu. biar kita bisa menjalani hidup dengan serba kehati hatian karena mengingat umur yang hanya 60 tahun...anda siap mati....? kalau anda siap mati kapan saja berarti anda sudah mempersiapkan sudah membawa bekal yang menurut anda cukup.contohnya anda mau melakukan aktivitas sehari hari pasti anda mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari mengemas peralatan apa yang di butuhkan besok dalam bekerja, bangun pagi, sarapan dll. nah ketika kawan anda tiba tiba datang menjemput padahal tidak ada janji dari awal pasti anda siap saja karena anda sudah mempersiapkan segala galanya.
begitu juga dengan kematian kalau anda sudah menyiapkan segala sesuatunya pasti anda akan siap kapan aja datangnya kematian itu..
yang jadi permasalahan mengapa masih bnyak di antara kita yang leha leha akan hal itu padahal selamanya kita di sana..timbanglah sendiri perbuatan anda dengan umur yang rata rata 60 tahun itu.apakah anda hari ini banyak melakukan kebaikan atau kejelekan,apakah anda minggu ini banyak melakukan kebaikan apa keburukan,apakah anda bulan ini banyak melakukan kebaikan apa keburukan, dan seterusnya.dan simpulkanlah oleh anda.Allah menyediakan surga dan neraka nah tinggal kita yang memilih mau kemana...sudahkah anda siap menghadapi kematian.....?
sudahkah anda menentukan pilihan antara surga dan neraka anda pilih mana....?
jangan hanya pemilihan umum aja yang kita pilih ingat surga dan neraka pun kita pilih dan di jadikan pedoman utama..kalau pemilu kita milih mungkin tidak selalu sesuai denagn harapan kita tetapi kalau aherat yang kita pilih pasti sesuai dengan pilihan kita nantinya.
ingat sob hidup adalah pilihan, janganlah kita salah memilih sebab kalau kita sudah mati ga bisa apa apa lagi kecuali menerima apa yang kita lakukan selama hidup di dunia.

Read More......

Selasa, Mei 19, 2009

DARI SIAK MENUJU SUMATRA BARAT

CERITA ANEH DARI BANUA TENGAH

Cerita rakyat dari desa banua tongah kecamatan sosopan kabupaten padang lawas sumatra utara/tapsel. bila kita menggali cerita cerita rakyat memanglah sangt menarik dan bisa di bilang aneh tapi nyata. seperti cerita yang satu ini.
Di sebuah desa yang tepatnya di desa banua tongah, di gunung atau tor sibalanga indah ada sebatang pohon jeruk yang konon mempunyai 7 macam jenis buah jeruk dlam satu pohon...pada saat sekarang mungkin bisa saja itu cangkokan okulasi atau kawinan, tetapi ini tidaklah demikian adanya ini murni tanpa di okulasi, dan umur dari pohon jeruk ini sudah ribuan tahun dan sampai sekarang masih ada. terletak di hutan yang jauh dari pemukiman warga kira kira 20 km.ini sala satu keanehan dari desa tor sibalanga indah.sebetulnya dari buah jeruk yang jenisnya ada 7 macam itu boleh di makan tetapi rakyat setempat tidak berani di karenakan selain rasanya yang tawar juga di anggap angker. dari ukuran pohon itu sendiri tidaklah besar cuma kira kira seukuran betis orang dewasa dan tidaklah tinggi kira2 tingginya 4-5 meter. tetapi pemerintah setempat kurang memperhatikan tentang ini sehingga terkesan tiada keanehan di desa tesebut. padahal ini menurut saya sebuah keanehan yang bisa membawa desa itu menjadi terkenal.
sumber dari rakyat setempat..


Read More......

Minggu, April 26, 2009

SEJARAH KERAJAAN SIAK

Mengulas Sejarah Kerajaan Siak sebagai salah satu kerajaan yang ada di indonesia.
sebagai bahan renungan buat kita semua, bahwa karena jasa merekalah sampai sekarang masyarakat Siak Riau merasakan kemerdekaannya
Kerajaan Siak Sri Indrapura didirikan pada tahun 1723 M oleh Raja Kecik yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah putera Raja Johor (Sultan Mahmud Syah) dengan istrinya Encik Pong, dengan pusat kerajaan berada di Buantan. Konon nama Siak berasal dari nama sejenis tumbuh-tumbuhan yaitu siak-siak yang banyak terdapat di situ.

Sebelum kerajaan Siak berdiri, daerah Siak berada dibawah kekuasaan Johor. Yang memerintah dan mengawasi daerah ini adalah raja yang ditunjuk dan di angkat oleh Sultan Johor. Namun hampir 100 tahun daerah ini tidak ada yang memerintah. Daerah ini diawasi oleh Syahbandar yang ditunjuk untuk memungut cukai hasil hutan dan hasil laut.

Pada awal tahun 1699 Sultan Kerajaan Johor bergelar Sultan Mahmud Syah II mangkat dibunuh Magat Sri Rama, istrinya yang bernama Encik Pong pada waktu itu sedang hamil dilarikan ke Singapura, terus ke Jambi. Dalam perjalanan itu lahirlah Raja Kecik dan kemudian dibesarkan di Kerajaan Pagaruyung Minangkabau.

Sementara itu pucuk pimpinan Kerajaan Johor diduduki oleh Datuk Bendahara tun Habib yang bergelar Sultan Abdul Jalil Riayat Syah.

Setelah Raja Kecik dewasa, pada tahun 1717 Raja Kecik berhasil merebut tahta Johor. Tetapi tahun 1722 Kerajaan Johor tersebut direbut kembali oleh Tengku Sulaiman ipar Raja Kecik yang merupakan putera Sultan Abdul Jalil Riayat Syah.

Dalam merebut Kerajaan Johor ini, Tengku Sulaiman dibantu oleh beberapa bangsawan Bugis. Terjadilah perang saudara yang mengakibatkan kerugian yang cukup besar pada kedua belah pihak, maka akhirnya masing-masing pihak mengundurkan diri. Pihak Johor mengundurkan diri ke Pahang, dan Raja Kecik mengundurkan diri ke Bintan dan seterusnya mendirikan negeri baru di pinggir Sungai Buantan (anak Sungai Siak). Demikianlah awal berdirinya kerajaan Siak di Buantan.

Namun, pusat Kerajaan Siak tidak menetap di Buantan. Pusat kerajaan kemudian selalu berpindah-pindah dari kota Buantan pindah ke Mempura, pindah kemudian ke Senapelan Pekanbaru dan kembali lagi ke Mempura. Semasa pemerintahan Sultan Ismail dengan Sultan Assyaidis Syarif Ismail Jalil Jalaluddin (1827-1864) pusat Kerajaan Siak dipindahkan ke kota Siak Sri Indrapura dan akhirnya menetap disana sampai akhirnya masa pemerintahan Sultan Siak terakhir.

Pada masa Sultan ke-11 yaitu Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin yang memerintah pada tahun 1889 ? 1908, dibangunlah istana yang megah terletak di kota Siak dan istana ini diberi nama Istana Asseraiyah Hasyimiah yang dibangun pada tahun 1889.

Pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim ini Siak mengalami kemajuan terutama dibidang ekonomi. Dan masa itu pula beliau berkesempatan melawat ke Eropa yaitu Jerman dan Belanda.
Setelah wafat, beliau digantikan oleh putranya yang masih kecil dan sedang bersekolah di Batavia yaitu Tengku Sulung Syarif Kasim dan baru pada tahun 1915 beliau ditabalkan sebagai Sultan Siak ke-12 dengan gelar Assayaidis Syarif Kasim Abdul Jalil Syaifuddin dan terakhir terkenal dengan nama Sultan Syarif Kasim Tsani (Sultan Syarif Kasim II).

Bersamaan dengan diproklamirkannya Kemerdekaan Republik Indonesia, beliau pun mengibarkan bendera merah putih di Istana Siak dan tak lama kemudian beliau berangkat ke Jawa menemui Bung Karno dan menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia sambil menyerahkan Mahkota Kerajaan serta uang sebesar Sepuluh Ribu Gulden.

Dan sejak itu beliau meninggalkan Siak dan bermukim di Jakarta. Baru pada tahun 1960 kembali ke Siak dan mangkat di Rumbai pada tahun 1968.

Beliau tidak meninggalkan keturunan baik dari Permaisuri Pertama Tengku Agung maupun dari Permaisuri Kedua Tengku Maharatu.

Pada tahun 1997 Sultan Syarif Kasim II mendapat gelar Kehormatan Kepahlawanan sebagai seorang Pahlawan Nasional Republik Indonesia. Makam Sultan Syarif Kasim II terletak ditengah Kota Siak Sri Indrapura tepatnya disamping Mesjid Sultan yaitu Mesjid Syahabuddin.

Diawal Pemerintahan Republik Indonesia, Kabupaten Siak ini merupakan Wilayah Kewedanan Siak di bawah Kabupaten Bengkalis yang kemudian berubah status menjadi Kecamatan Siak. Barulah pada tahun 1999 berubah menjadi Kabupaten Siak dengan ibukotanya Siak Sri Indrapura berdasarkan UU No. 53 Tahun 1999

SILSILAH
Raja Raja yang pernah berkuasa di kerajaanSiak
sultan Abdul Jalil Rakhmad Syah Almarhum Buantan (1723-1744), Sultan Mohamad Abdul Jalil Jalaladdin syah(1744-1760), Sultan Ismail Abdul Jalil Jalaluddin Syah(1760-1761), Sultan abdul Jalil Amaluddin Syah(1761-1766), Sultan Mohmad Ali Abdul Jalil Mu'azam Syah(1766-1779), Sultan Ismail Abdul Jalil Rakhmat Syah(1779-1781), Sultan Yahya Abdul Jalin Muzafar Syah(1782-1784), Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul Jalil Syaifuddin(1784-1811),
Sultan Assyaidis Syarif Ibrahim Abdul Jalil Kholiluddin(1811-1827), Sultan Assyaidis Syarif Ismail Abdul Jalil Syaifuddin(1827-1864), Sultan Assyaidis Syarif kasim I Abdul Jalil Syaifuddin(1864-1889), Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin(1889-1908), Sultan Assyaidis Syarif kasim II Abdul Jalil Syaifuddin(1908-1946).

Sumber
departemen Dalam Negri.profil propinsi repuklik indonesia:riau.jakarta: yayasan bakti wawasan nusantara
netscher,E.belanda di johor dan siak:1602-1865.pemda tk. II siak dan yayasan arkeologi dan sejarah"bina pustaka"
Tim universitas riau.1976. sejarah riau. pekanbaru: pemda tk. I propinsi riau

Read More......

Rabu, April 08, 2009

NIKMATI PANORAMA ALAM DARI JEMBATAN SIAK

Wujudkan Kampung Rempak sebagai Tujuan Wisata Kuliner
Potensi objek wisata di Kota Siak Sri Indrapura cukup banyak, namun belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah maupun pihak swasta. Saat ini setidaknya ada tiga objek wisata yang kerap didatangi pengunjung, sebut saja objek wisata peninggalan

Kerajaan Siak berupa istana dan makan Sultan Syarif Kasim. Ada juga objek wisata yang baru dikembangkan oleh Pemkab Siak, yaitu Kawasan Ekowisata Mempura dan terakhir akan menjadikan Kampung Rempak menjadi tujuan wisata kuliner bagi pengunjung.

Panorama mata hari yang terbenam di sore gari dan sinar lampu taman di sepanjang turap Kampung Rempak memiliki daya tarik tersendiri. Kursi dan meja yang ditata rapi oleh pemilik sejumlah penjual makanan sudah menunggu pengunjung untuk duduk di sana. Suasana yang nyaman ditambah hembusan angin sepoi-sepoi dari arah Sungai Siak membuat suasana malam semakin indah. Dari kejauhan jika duduk bersantai sambil menikmati makanan yang dijajakan oleh pedagang yang ada di sepanjang turup membuat banyak pilihan pengunjung, dan terlihat panorama indah Jembatan Siak Tengku Agung Sultanah Latifah yang dipadu dengan sinar lampu yang cukup terang.


Malahan, menurut salah seorang pengunjung yang mengaku bernama Ali, duduk diturap malam hari seperti melihat Singapura, karena pemandangan Jembatan Siak membuat suasana malam menjadi indah. Sambil menikmati makanan khas Melayu, Ali, penikmat wisata kuliner Kampung Rempak, Siak ini terpesno melihat pemandangan di sepanjang turup dan juga Jembatan Siak. tempat ini bisa menjadi alternatif untuk menghilangkan rasa lelah setelah seharian bekerja di kantor.

Wisana kuliner Kampung Rempak ini memang sudah lama ada, tapi belum ditata. Tahun ini Pemerintah Kecamatan Siak bersama Dinas Pariwisata berencanan menata kawasan ini dengan baik. Tentu menertibkan para pedagang, seperti penjual makanan, jagung bakar dan aneka makanan lain yang bisa dinikmati para pengunjung.

Camat Siak, Juarman MSi berencana ingin menjadikan kawasan Kampung Rempak ini menjadi objek wisata kuliner yang tepat berada di jembatan Siak, yang mejadi salah satu daya tarik wisata di Riau.




Read More......

Selasa, April 07, 2009

BUPATI SIAK | ARWIN AS

Bupati: Pelayanan Publik Harus Diperbaiki
SIAK - Sesuai rencana, lusa (Senin, 27/6) Pemkab Siak akan melakukan mutasi dan rolling jabatan gelombang kedua bagi pejabat eselon II dan III di lingkup Pemkab Siak. Bupati Siak, H Arwin AS, SH mengatakan, pejabat yang dilantik nantinya sebelumnya telah menjalani survei khusus dari tim Pemkab Siak. Untuk itu, ke depan pelayanan publik yang masih memprihatinkan di Siak harus bisa diperbaiki.
"Insya Allah pejabat yang akan kita lantik nanti adalah mereka yang telah melewati survei terkait jabatan yang akan dipegangnya. Kita berharap mutasi dan rolling jabatan yang kita lakukan ini bisa meningkatkan etos kerja para pejabat yang memiliki tugas dan fungsi sebagai pembantu tugas Bupati. Di samping itu kita juga ingin mengisi berbagai jabatan yang masih kosong saat ini atau masih dipegang rangkap satu pejabat," kata Bupati, Jumat (24/6) kemarin.

Dikatakan Bupati, jabatan yang diberikan kali ini juga tidak terlepas dari sebuah uji coba dan tes kemampuan dan bukan berarti ingin meninggalkan atau melupakan jasa-jasa pejabat lama, sebab dalam sebuah organisasi kepemerintahan sebuah pembaharuan itu sangat diperlukan meningkatkan kemampuan pejabat sekaligus menciptakan kaderisasi kepemimpinan di Kabupaten Siak.

"Kami tegaskan kepada para pejabat yang dilantik atau pejabat yang dinonjobkan, apa yang kami lakukan ini bukanlah hal yang ingin meninggalkan atau melupakan saudara, tapi ini adalah sebuah pembaharuan yang ingin kita lakukan bagi kemajuan daerah ini, dan ini juga sebuah proses pendidikan bagi rekan-rekan yang mendapat jabatan dan tidak tertutup kemungkinan bila nanti kinerjanya mengecewakan maka pada mutasi selanjutnya juga akan mengalami penggantian," jelas Bupati.

Menjawab banyaknya sebutan adanya jabatan basah dan kering, misalnya di PU Kimpraswil dan Dinas Pendidikan, Bupati minta agar para pejabat sebelum dilantik untuk meluruskan niatnya, sebab dalam sebuah pengabdian terhadap negara tiada ada istilah jabatan basah atau kering, yang diharapkan adalah pengabdian tulus. (rm58)
22 June 2005
Balita Kurang Gizi Masih Ada di Siak
SIAK - Posyandu Harus Diaktifkan, Sesuai laporan Puskesmas Siak saat ini masih ditemukan balita yang kekurangan gizi yang menunjukkan kurangnya kepedulian desa terhadap masyarakat karena keberadaan pos pelayanan terpadu (Posyandu) tidak dimanfaatkan dengan baik.

Untuk mengantisipasi kekurangan gizi atau gizi buruk yang diderita balita di wilayah Kecamatan Siak, Camat Siak, Suntoro, Sip meminta pihak desa untuk kembali mengaktifkan Posyandu di desanya.

"Kita minta pihak desa kembali mengaktifkan Posyandu yang selama ini tidak berjalan di setiap desa, sehingga dengan aktifnya Posyandu ini, maka pelayanan pemberian makanan tambahan pada anak untuk meningkatkan penambahan gizi secara teratur, akan menghilangkan resiko gizi buruk," kata Suntoro kepada wartawan, Selasa (21/6) di ruang kerjanya.

Menurut Suntoro, saat ini pihak desa kurang menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat karena tidak memanfaatkan lagi keberadaan Posyandu dengan baik, bahkan ada beberapa kepala desa sendiri yang tidak tahu menahu tentang kegiatan Posyandu di desanya.

Makanya ke depan, kata Suntoro, kepala desa bersama ibu-ibu PKK diminta menggerakkan program ini, apalagi setiap tahunnya Pemkab Siak telah mengalokasikan dana untuk makanan tambahan, tentunya pemberian makanan tambahan ini dilakukan oleh ibu-ibu PKK dan darma wanita melalui Posyandu. "Tahun ini kita telah mengusulkan pada Pemkab Siak untuk bantuan kepada 20 unit Posyandu yang ada di Kabupaten Siak, sementara laporan yang kita terima jumlah Posyandu di setiap desa jumlahnya masih minim dan tentunya untuk menarik minat masyarakat untuk datang ke Posyandu sangat kurang, karena jaraknya jauh dari tempat dilaksanakan kegiatan Posyandu.

Dalam mengentaskan kekurangan gizi bagi balita, tutur Suntoro, sejak dulu Pemkab Siak memang sangat komit, bahkan setiap tahunnya pemerintah telah mengalokasikan dana untuk peningkatan gizi.

"Disisi lain kita juga mengharapkan kesadaran masyarakat, untuk tetap memperhatikan kondisi anaknya, terutama dalam memberikan makanan dan tentunya makanan tersebut tidak asal diberikan, namun harus melihat kandungan gizi, sehingga pertumbuhan anak akan baik. Makanya melalui peranan ibu-ibu PKK dengan bantuan kepala desa, kegiatan tersebut harus tetap jalan dan Siak bebas dari balita kekurangan gizi," harap Suntoro. (rm58)
13 June 2005
Tuntut Kades Mundur
SIAK - Ratusan Warga Bantuan Lestari Datangi Kantor Bupati Siak
Ratusan warga desa Buantan Lestari Kecamatan Bunga Raya mendatangi kantor Bupati Siak, menuntut agar kepala desa (kades) mengundurkan diri. Sehari sebelumnya, Senin (6/6) mereka juga mendatangi kantor desa dan kantor Camat Bunga Raya.

Kedatangan mereka sekitar pukul 11.00 WIB, diterima Plt Sekkab Siak, Drs H Adli Malik di dampingi Camat Bunga Raya, Hendra Putra, SIp, MSi, Kabag Pemdes HT Syofyan Sauri, SSos, di halaman kantor Bupati Siak. Ratusan massa terlihat emosi sambil berteriak-teriak minta agar Kades Buantan Lestari mengundurkan diri dari jabatannya diduga melakukan korupsi terhadap berbagai dana Desa Buantan Lestari.

Di depan Sekkab dan pejabat terkait, massa menyampaikan beberapa orasi sambil minta kepada Bupati Siak, H Arwin AS, SH mengusut tuntas kasus dugaan dana bantuan desa sebesar Rp100 juta dari Pemkab Siak. Seperti diungkapkan Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Buantan Lestari, Nardison sejak tahun 2003 dan 2004 penggunaan dana bantuan desa, khususnya untuk Program Ekonomi Kerakyatan (PEK) tidak jelas penggunaannya karena selama ini kades terkait mengatakan dana tersebut belum dicairkan dari kantor Camat Bunga Raya.

"Buktinya, setelah dicek ke kantor camat dana itu sudah diambil dan sekarang masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan kepala desa dan kita minta Pemkab Siak segera melakukan penyelidikan atas penyimpangan dana," ulas Nardison.

Menanggapi hal itu, Drs H Adli Malik berjanji akan segera menuntaskan persoalan tersebut dalam seminggu. "Kita akan proses pengaduan masyarakat ini segera dan kita akan membentuk tim mengusut dugaan penyimpangan bantuan desa, jika memang terbukti dan masyarakat juga tidak mengkehendaki kepala desa menjabat, maka akan kita lakukan pemecatan," ujarnya.

Namun sebelum pemecatan, kata Adli tidak boleh sembarangan dan harus diteliti semua pihak, makanya tim Bawasda Siak akan turun ke lapangan dan diperkirakan hari Senin depan sudah ada keputusan.

Adli juga mengharapkan, selama masa penelitian ini, masyarakat tidak membuat keributan yang akan merugikan masyarakat sendiri. (rm58)
09 June 2005
Bupati Minta PT MS dan IKPP Hormati Pengadilan
SIAK - Tak Hadiri Sidang Gugatan Kedua. Bupati Siak, H Arwin AS, SH mengharapkan PT Manunggal Sejati (MS) dan Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) dapat menghormati pengadilan.

Pasalnya, kedua perusahaan sebagai tergugat I dan II atas gugatan balik Pemkab Siak kembali tak hadir di sidang kedua, Selasa (31/5) lalu di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis.

"Memang laporan yang kita terima sampai pada masa sidang kedua, kedua tergugat itu tidak hadir. Kita hanya meminta agar mereka menghormati lembaga hukum yang ada di negeri ini," kata Bupati.

Sebab menurutnya, dengan berakhirnya masalah Jembatan Siak nantinya bukan berarti masalah dengan PT MS dan PT IKPP ikut berakhir karena kasus yang terjadi antara Pemkab Siak dengan perusahaan tersebut harus ditempatkan pada porsi berbeda. Sebab, PT MS yang merupakan mitra kerja PT IKPP dinilai telah melakukan fitnah terhadap Bupati Siak dengan menuduh ketinggian Jembatan Siak tidak mencapai 23 meter.

"Kasus yang terjadi ini adalah masalah pencemaran nama baik, kita akan terus lanjutkan agar keadilan di negeri ini bisa ditegakkan dan sekaligus menjadi pembelajaran bagi perusahaan manapun yang ada di Siak ini nantinya," tegas Bupati.

Senada dengan Bupati, Direktur Komisi Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPP Otoda) Siak, Mustafa, mengatakan PT MS dan IKPP seharusnya malu pada rakyat Siak, mereka hanya bisa menggugat, tapi saat digugat balik oleh Pemkab Siak mereka tidak menunjukkan sikap malah terkesan lari dari tanggung jawab.

Dikatakan Mustafa, seharusnya sebagai perusahaan yang telah go internasional, PT MS dan IKPP harus menunjukkan iktikad baik sehingga buruknya citra perusahaan dimata masyarakat selama ini dapat diperbaiki. "Artinya mereka tidak mengerti etika, hukum, hanya mau menggugat orang tapi ketika digugat balik malah tidak hadir dan cenderung melecehkan undangan sidang yang diberikan pengadilan," jelas Mustafa kepada Riau Mandiri, Jumat (3/6).

Hal senada juga disampaikan tokoh pemuda Siak, Syamsir, kedua perusahaan yang digugat balik Bupati Siak itu sebagai perusahaan yang tidak memiliki urat malu, karena sudah berani berkoar-koar ke berbagai institusi yang ada di Indonesia, bahkan sampai melaporkan Bupati ke Mabes Polri, namun saat digugat balik oleh pihak yang merasa dirugikan perusahaan itu seakan lari dari tanggung jawab.

"Kami minta kepada pengadilan untuk memanggil paksa kedua perusahaan terkait atau memenangkan saja gugatan Pemkab Siak, sudah terbukti kedua perusahaan itu adalah pengecut, lempar batu sembunyi tangan," ulas Syamsir. (rm58)
01 June 2005
Jembatan Siak Selesai Desember
SIAK - Bupati Percepat Pembangunan KIB Bupati Siak, H Arwin AS, SH optimis proses pembangunan Jembatan Siak selesai bulan Desember mendatang dan juga akan mempercepat pembangunan Kawasan Industri Buton (KIB) sebagai tempat sandarnya kapal besar yang melewati Sungai Siak selama ini.

Hal itu dirasakan setelah keluarnya surat rekomendasi dari Mendagri, M Ma'aruf bernomor 630/1203/SJ tanggal 25 Mei 2005 yang disampaikan ke Presiden RI.

Demikian disampaikan Bupati kepada wartawan dalam jumpa pers yang digelar di ruang rapat pusat perkantoran Bupati Siak di Tanjung Agung, Rabu (1/6) kemarin.

"Mengacu pada rapat terakhir di Jakarta belum lama ini, departemen terkait sepakat menyerahkan persoalan Jembatan Siak ini kepada Gubernur Riau, sebagai fasilitator mengatasi perbedaan pendapat antara Siak dan Kota Pekanbaru waktu itu. Kemudian ada juga rapat susulan yang dihadiri Pemkab Siak dan pihak Kota Pekanbaru serta pihak Pertamina. Saat itu diputuskan ketinggian jembatan tetap 23 meter dimana menyikapi komitmen itu, Pertamina bersedia menyesuaikan ukuran tinggi kapal mereka," jelas Bupati.

Penyelamatan DAS
Selain itu, Mendagri juga merekomendasikan agar departemen terkait melakukan penyelamatan di sepanjang DAS Siak serta menyesuaikan kondisi kapal yang lewat di sungai itu agar mengacu kepada Internasional Maritim Organization (IMO) yang ada.

"Artinya, keluarnya surat rekomendasi Mendagri ini, status quo yang ditetapkan bagi jembatan juga berakhir dan percepatan pengerjaan bisa kita lakukan karena tidak ada lagi masalah dalam anggaran, bila perlu kita kerja siang malam untuk mengejar target agar selesai Desember nanti," terang Bupati.

Disamping itu, tahun 2005 ini Pemkab Siak juga akan melakukan survey topografi terhadap rencana pembangunan jalan lintas (high way) Siak-Pekanbaru yang akan digunakan sebagai penunjang KIB lewat jalur darat. Terkait masalah gugatan terhadap PT IKPP dan PT MS, Pemkab Siak tetap melanjutkan perkaranya karena PT IKPP dan PT MS selama ini dipandang telah menghambat pembangunan Jembatan Siak. Dimana PT MS sebagai mitra kerja PT IKPP dinilai telah melakukan fitnah terhadap Pemkab Siak dengan menyebutkan, Bupati Siak telah berbohong tentang ketinggian Jembatan Siak. (rm58)
Rekomendasi Mendagri Disambut Gembira
SIAK - Terkait Kelanjutan Pembangunan Jembatan Siak Bupati dan Masyarakat Siak menyambut gembira rekomendasi Mendagri terkait ketinggian Jembatan Siak Sri Indrapura setinggi 23 meter yang disampaikan ke Presiden RI.

Seperti disampaikan Wakil Gubernur Riau, H Wan Abubakar kemarin sehingga impian masyarakat Siak memiliki jembatan bakal terwujud.

"Kita menyatakan terima kasih kepada Mendagri yang telah merekomendasikan ketinggian pembangunan Jembatan Siak kepada Presiden Ri, seperti dikatakan Wagubri kemarin. Artinya perjuangan kita tinggal selangkah lagi untuk mewujudkan impian jembatan ini dan para pekerja juga akan segera kita instruksikan melanjutkan pembangunan yang terbengkalai," kata Bupati Siak, H Arwin AS, SH, Selasa (31/5) kemarin dengan wajah penuh gembira. Bupati berharap rekomenasi tersebut nantinya bisa disetujui Presiden sehingga polemik Jembatan Siak bisa teratasi.

Namun Bupati minta Kepada seluruh masyarakat Siak, dapat menjaga sikap dan tidak berkomentar dulu dan memilih sikap menunggu dari elite pemerintahan di pusat tentang kelanjutan Jembatan Siak.

"Kita minta warga cooling down dulu sebab bila salah berkomentar nanti bisa berdampak negatif terhadap perjuangan kita, mari kita tunggu keputusan Presiden dan teruslah berdoa," jelasnya.

Proses Hukum
Sementara itu, terkait upaya hukum gugatan beberapa pihak terhadap pembangunan jembatan ini tetap berlanjut, seperti gugatan balik terhadap PT MS dan IKPP di Pengadilan Negeri Bengkalis, yang digelar kedua kalinya, kemarin.

Namun tergugat I PT IKPP dan tergugat II, PT MS juga tidak hadir seperti sebelumnya.

Sesuai informasi pada Kamis, besok, Mahkamah Agung Ri juga akan berkunjung ke Siak untuk melihat langsung proyek pembangunan Jembatan Siak. (rd06)
Dukung Kelanjutan Jembatan Siak
PERAWANG - Warga Perawang Gelar Aksi Tanda Tangan Ribuan warga Kecamatan Tualang Perawang, Kabupaten Siak Sabtu (28/5) sekitar pukul 08.00 WIB melakukan aksi tanda tangan di atas spanduk berwarna putih dengan panjang sekitar 100 meter di penyeberangan ferry Perawang.

Aksi damai mendukung kelanjutan Jembatan Siak ini dikoordinir Persatuan Pemuda Pinang Sebatang (PPPS), Desa Pinang Sebatang Kecamatan Tualang Perawang. Sebelumnya aksi serupa juga pernah digelar di ibukota Kabupaten Siak belum lama ini.

Malah Bupati Siak, H Arwin AS, SH, Kasi Tapem dan beberapa orang anggota DPRD Siak yang melintas di penyeberangan ferry ini, tak luput dari pantauan warga yang minta agar ikut membubuhkan tanda tangan.

Mereka juga menyampaikan siakp di sela-sela peresmian Kantor Desa Pinang Sebatang Timur, Pustu dan SLTP 3 Perawang yang dihadiri Bupati Siak, Ketua DPRD Kabupaten Siak, H Chairuddin Yunus beserta anggota dewan dari daerah pemilihan Perawang, Camat Tualang, Drs H Alfedri beserta unsur upika kecamatan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, H Ridwan Kadir, SH, MM.

Pernyataan sikap yang dibacakan Hamdan Zalik ini menegaskan, Persatuan Pemuda Pinang Sebatang (PPPS) sebagai organisasi gerakan moral kepemudaan yang berupaya menindak lanjuti kebijakan dan pengaruh para kapitalis dengan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Siak telah menghancurkan sistim budaya masyarakat.

Sungai Siak sebagai sumber kehidupan mayoritas masyarakat asli telah tercemar dan mematikan ikan-ikan serta merusak ekosistimnya, terjadi abrasi, runtuhnya tebing sungai dan lainnya di sepanjang Sungai Siak. Untuk itu, Pemuda Pinang Sebatang dan masyarakat Siak mendukung sepenuhnya kelanjutan pembangunan Jembatan Siak karena pembangunan ini sebagai salah satu upaya penyelamatan Sungai Siak dari kehancuran. PPPS akan terus mendukung dan berjuang untuk memujudkan pembangunan jembatan.

Kepada pihak perusahaan, agar bertanggung jawab terhadap pencemaran dan hancurnya Sungai Siak dan kepada pihak pemerintah diminta membuat seperangkat peraturan tentang pembatasan kapal-kapal yang masuk ke Sungai Siak

Read More......

Jembatan Siak | tengku sultan latifah

jembatan siak di bangun sekitar 2 tahun yang lalu dan menghabiskan dana sekitar 700 miliayar lebihh,,
wah merupakan dana yang sangat besar ya?? dalam pembangunannya banyak pihak yang menolak. karna kegigihan H arwi AS sebagai bupati siak maka terlaksana juga pembangunan jembatan ini yang di beri nama tengku sultan latifah, dalam pemberian nama jembatan ini di saembarakan. setelah jadi jembatan ini dengan skala yang sangat cepat terjadi perubahan yang membuat kita kagum.dan sarana transportasi yang dulu payah sekarang jadi lancar.dan jembatan ini menjadi sala satu tempat wisata sehingga ramai di kunjungin baik dari penduduk setempat maupun dari luar kota bahkan dari manca negara.sdan kalau kita lihat dari gambar di atas terdapat 2 buah cafe yang mana ini di gunakan selain makan2 dan nyantai juga kita bisa melihat kota siak secara keseluruhan,, wah sungguh menakjubkan ya..
bagia nda yang berkunjung ke siak jangn lupa singgah di cafe jembatan siak,, walaupun mahal tp buat kita asyik dan nyaman buat melepas penat seth beraktivitas.selamat berkunjung dan menikmatinya

Read More......

Recent Coment

Friends Link

Buku Tamu

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP