Sabtu, Agustus 08, 2009

PENANGKAPAN NOORDIN M TOP

Penangkapan Noordin M top di barengi dengan baku tembak yang berjarak antara 100 sampai 25 meter dari rumah yang di duga di dalamnya ada noordin. noordin M top terkepung dalam sebuah rumah di desa Tumanggung, jawa tengah. Dari keterangan salah satu station tv yang menyiarkan secara live, bahwa disana ada dua anak muda yang pendiam , mungkin inilah salah satu yang membantu noordin M top selama di rumah itu.densus 88 di turunkan secara langsung dalam upaya penangkapan noordin M top ini

Sampai berita ini di turunkan memang Noordin M top belum tertangka masih dalam upaya penagkalan....kita lihat saja besok hasilnya apakah benar dalam rumah itu terdapat noordin....?

PROFIL NOORDIN M TOP DAN SERANGKAIAN PEMBOMAN YANG DI LAKUKANNYA

Noordin M Top lahir pada tanggal 11 Agustus 1968 dengan nama lengkap Noordin Mohammed Top.Dia dilahirkan di Malaysia. Dia seorang mantan akuntan di Malaysia. Noordin cabut ke Indonesia ama Azhari Husin setelah Pemerintah Malaysia mengganyang gerakan Islamis setelah peristiwa 11 September 2001 silam. Di Indonesia dia menikah dan memakai nama lain, Abdurrachman Aufi. Istrinya, Munfiatin, dipenjara bulan Juni 2005 karena dinyatakan bersalah menyembunyikan informasi keberadaan suaminya.
Kedua warga Malaysia ini diduga bekerja sama dalam merencanakan serangan, dengan Noordin bertindak sebagai penyandang dana sementara Azahari sebagai pembuat bom.
Selain dua serangan bom di Bali, keduanya juga diduga terlibat dalam dua serangan besar lain – pemboman hotel JW Marriot tahun 2003 yang menewaskan 12 orang dan kedutaan besar Australia tahun 2004 yang menewaskan 11 orang.

Densus 88 Anti Teror Mabes Polri akhirnya berhasil mengepung Azahari, seorang insinyur yang meraih gelar Doktor dari Universitas Reading Inggris, di sebuah rumah di Jawa Timur November 2005.

Ayah dua anak ini tewas akibat peluru polisi atau bom yang diledakkan oleh seorang anak buahnya, namun Noordin selalu berhasil lolos dari penangkapan.
Bulan Januari 2006, polisi mengatakan Top menyatakan diri sebagai pemimpin kelompok baru bernama Tanzim Qaedat al-Jihad, yang berarti Kelompok untuk Dasar Jihad.
Para pengamat berspekulasi dia meninggalkan struktur inti Jemaah Islamiyah akibat perbedaan pendapat mengenai serangan pada “sasaran empuk”, yang seringkali memakan korban warga sipil.

Bulan April 2006 polisi menggerebek satu rumah di desan Binangun, Jawa Tengah setelah muncul laporan Noordin Top tinggal di sana.
Dua orang yang diduga militan Jemaah Islamiyah tewas dan dua lagi ditangkap dalam aksi tembak menembak yang terjadi dini hari. Sejumlah bahan peledak kemudian ditemukan di dekat lokasi. Namun, Noordin Top tidak berada di rumah itu dan dia tetap menjadi sasaran pengejaran utama polisi Indonesia. Belakangan ini, NMT diduga terlibat dalam pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton.

37 komentar:

Hendra Lesmana 8 Agustus 2009 01.41  

sampai saat saya nulis komentar ini, nordin m top belum tertangkap boz, media2 harus diralat hehe, tapi memang bagus kalo nembak kata kunci :P

Ivan Kavalera 8 Agustus 2009 02.37  

semoga negeri ini bisa kembali aman tanpa bom!

Aisha 8 Agustus 2009 04.14  

semoga bisa di tangkap para pelaku bombing.

devianty 8 Agustus 2009 08.23  

kita dukung semua aparat penegak hukum...biar semua pelaku bomb tertangkap, Indonesia bisa kembali damai..

Itik Bali 8 Agustus 2009 08.36  

Semoga udah gak ada lagi terorist yang meresahkan
ayo densus 88 jangan gentar

Tukang Komen 8 Agustus 2009 08.49  

Keyword terpanas hari ini.... hebat sob... salam damai.. semoga menjadi hari yang indah

Kantong Plastik 8 Agustus 2009 08.50  

Go densus go..go..!!
Sem0ga nurdin m top cepet ketangkep!

Sudino Dinoe 8 Agustus 2009 08.56  

Nice info..semoga saja otak pelaku teroris itu tertangkap

Anonim,  8 Agustus 2009 09.13  

Saya noordin m top...haha...saya emang top markotop tambah good mar sooguudd...ayo tangkap saya

Lala 8 Agustus 2009 09.28  

Iya nich sekarang lagi nonton penggerebekan terosis itu

waluyo 8 Agustus 2009 09.51  

ditunggu sampai ngantuk je.....jadinya gimana nieh....jadi ketaNGKEP PA BELUM

yanuar catur rastafara 8 Agustus 2009 10.04  

aq nggak setuju dengan teroris
oleh sebab itu
teroris harus di babat abis..
setuju.....

Neng Aia 8 Agustus 2009 11.10  

mudah2an aja itu memang bener2 noordin m top.. karena skrg katanya dia udah meninggal di toilet rumah itu..

NURA 8 Agustus 2009 11.59  

salam sobat alhamdulillah deh kalau NURDIN M TOP sudah tertangkap,,kan sudah lama buron.
trims infonya.

Yolizz 8 Agustus 2009 12.43  

iya alhamdulillah banget noordin m top udah tertangkep sekarang...

patahati 8 Agustus 2009 17.41  

hanya tawa mbah surip yg masih terdengar....

reni 8 Agustus 2009 19.53  

Semoga setelah ini tak akan ada lagi pengeboman di Indonesia.. Kembalilah damai negeriku tercinta..

Bang Del 8 Agustus 2009 20.23  

Biar mampus sekalian si Noordin itu. BIkan kacau negara aja. Oke lah, benar tidak nya si Noordin yang tewas atau ketangkap, yang penting congratulation to Densus 88. Basmi semua teroris..

genial 8 Agustus 2009 20.36  

akhirnya....?!??! lhohh... belom tokh ternyata...?!?!?!?

KangBoed 9 Agustus 2009 01.34  

SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SAHABATKU TERSAYANG

I LOVE YOU PHUUUUUUUUUUULLLLLLLLLLLLLLL

KangBoed 9 Agustus 2009 01.34  

beneran yaaaaaaaak.. hehehe.. masih kurang yakin seeeeh

Lidya 9 Agustus 2009 09.02  

yakin itu Nurdin Markotop? hihihih

Ali Mas'adi 9 Agustus 2009 14.10  

hallo.. Blum bisa di pastiin klo itu benar banar Noordin.. btw.. ada award di blogku... diambil ya...

Mas Nang 9 Agustus 2009 15.31  

Kita Tunggu aja buronan kelas wahid asal Malaysia itu 'ihnil manfus. Biar segera jadi penghuni neraka jahanam. Btw bagi yang ingin mewujudkan mimpinya simak di http://cah-kabur-kanginan.blogspot.com/2009/08/teori-kartu-wujudkan-mimpi-anda.html salam kenal semuaaaaa.

Anonim,  9 Agustus 2009 18.27  

hanya satu ungkapan kami, jajaran polisi hanya unjuk gigi bak latihan tembak menembak yang berharap dapat tepuk tangan dari penonton live atau penonton TV. Menangkap cuma satu orang bagaikan cerita sinetron yang berlanjut tak henti-henti sampai 19 jam lamanya. Peluru terbuang sia-sia. Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Begitu bobroknya "mereka", hanya makan gaji buta tiap bulan dengan pajak yang kami bayarkan. kasihan kami masyarakat mu, wahai engKau diatas sana. Kalian cuma bergaya bergengsi, pamer muka. rumah mau di bom cuma bergaya biar dikasihani? biar warga mu simpatik? Inna Lillahi Wa Ina Ilaihi Rojiun. Mati satu tumbuh seribu. Ku kejar nafas mu sampai liang kubur.

yudik 9 Agustus 2009 22.14  

semoga indonesia damai selalu....

irvan 9 Agustus 2009 23.15  

tapi blom jelas bener ga tu m.top

attayaya 10 Agustus 2009 12.40  

salam untuk bang noordin

i lop yu pul

radint 10 Agustus 2009 14.46  

Mudah-mudahan jaringan noordin tidak semakin meraja lela di Indonesia tercinta ini

KangBoed 10 Agustus 2009 16.46  

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang 'tuk sahabatku chayank

I love U Vuuuuuuullllll

-tikabanget- 10 Agustus 2009 17.20  

ahhahaha..
banyak informasi simpang siur sana sini ya..

Iklan Gratis 11 Agustus 2009 11.36  

apakah benar noordin ini sudah tertangkap bahkan dikabarkan tewas…
jikalau benar, saya sungguh sangat senang, mudah2an saja indonesia kedepan bisa lebih aman dan lebih nyaman lagi, mudah2an dengan tertangkapnya gembong teroris ini, seluruh akar dan jaringannya jera dan tidak akan melakukan tindakan teror seperti kemarin-kemarin…

sungguh indah jika negara ini bisa aman dan nyaman…
nice post …
salam damai
Iklan Gratis

Mencari Blogpreneur Sejati 16 Agustus 2009 05.19  

um nyatanya bukan noordin m top tuh yang ada mah noordin m pup :D

densus 88 28 September 2009 15.45  

hmmm...
saya sbg anggota densus 88 capek banged menangkap si teroris ntu. seharus nya si noordin ntu ditangkep. karna susah nangkep nya, jadi saya tembak saja. biar mampus.

sms tahun baru 2010 28 Desember 2009 16.18  

katanya udah ditembak mati ya gan? saya sih cuma tau dari kabar si burung, burung kutilang :D

Posting Komentar

Recent Coment

Friends Link

Buku Tamu

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP